Senin, 30 Maret 2015

Sepucuk Surat dari Putra Putri Ibu untuk Pemerintah

Indonesia, negeri beribu ribu pulau. Negeri dimana yang berawal dari Sabang di Barat dan Merauke di ujung Timur, menandakan betapa luasnya Negeri Beribu Pulau. Negeri dengan kepulauan terbesar didunia. Negeri indah yang terletak di Ekuator dunia. Negeri yang digadang gadang sebagai surganya dunia. Keindahan  alamnya dan keramahan penduduknya berbanding lurus sejalan dengan eratnya perbedaan yang bersatu menjadi kesatuan dibumi Pertiwi.

Indonesia, negeri kaya yang terletak di jalur perdagangan dunia. Negeri yang kaya akan hasil alamnya yang sangat berkualitas. Tidak ada seorangpun yang mengelak akan hal ini. Negeri dimana dilahirkannya Sang Elang Rajawali ini memang menjadi daerah yang strategis dalam hal perdagangan. Bak bahtera dilautan badai yang mengamuk memecah kesunyian, negeri ini belum mampu mengarungi derasnya arus perdagangan dunia. Ini terbukti dengan masih seringnya kita mengimpor barang yang sudah ada atau diproduksi atau dihasilkan didalam negeri. Alhasil kita hanya dijadikan sebagai pecundang karena kita atau bahan hasil dalam negeri kita kalah dipasar nasional. Dalam hal ini kita ambil contoh beras, beras di Indonesia sangat baik kualitasnya. Tetapi mengapa kita harus mengimpor dari Thailand? Alhasil petanilah yang dirugikan.

Karena kalah dalam pasar nasional bukan tidak mungkin penghasilan sebagian besar rakyat akan hilang bak ditelan bumi. Efeknya adalah pengangguran pun makin meningkat. Karena disaat penghasilan mereka hilang pada saat bersamaan lowongan kerja juga tidak banyak tersedia. Alhasil meningkatnya kemiskinan dinegeri ini. Sebuah momen dimana kita seharusnya bisa menjadi Elang Rajawali dibumi Ibu Pertiwi, tetapi kita hanya bisa menjadi Bebek Bebek pesuruh dan pekerja. Sebuah hal dimana seharusnya kita bisa menekan angka kemiskinan tetapi kita seperti menambah kemiskinan tersebut. Memang kemiskinan terjadi dari beberapa faktor. Tetapi untuk saat ini saya ingin mengambil contoh perdagangan bebas.

Cukuplah, cukup sudah. Jangan kita membuat Ibu Pertiwi kembali bersedih akan hal ini. Mari kita bersama sama membangun dan menekan angka kemiskinan di tanah Ibu Pertiwi. Mari kita bersama sama membangunkan Sang Elang Rajawali dari tidurnya. Mari kita buat Elang Rajawali terbang bebas dibawah kolong langit buatan Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk  mengawasi Bebek Bebek pekerja dan pesuruh itu dan juga melindunginya. Karena kita harus menjadi tuan dinegeri ini untuk membuat Ibu tersenyum melihat putra putrinya membanggakan Ibu. Karena hanya satu hal yang dipegang teguh oleh putra putrinya. Yaitu, mereka ingin menjaga ibu dan harta pusakanya dengan cinta.

Inilah Indonesia. Negeri dimana kita masih menanggung derita kemiskinan. Ini bukan hanya menyakitkan atau membebankan golongan wong cilik. Tetapi indonesia. Putra putri Ibu semua menanggung beban ini. Mari kita bersatu mengurangi beban ini. Bersama kita menyongsong masa depan yang lebih baik, untukmu, untukku, untuk kita semua.

Muhammad Aldefas M.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar