Selasa, 19 Agustus 2014

Asal usul Ginevra.

Nama Ginevra sebenarnya saya ambil dari kata pertama dari nama lengkap Ginny Weasley yaitu, Ginevra Molly Weasley. Ya, dari nama itu saya ambil kata Ginevra. Seorang gadis cantik yang diperankan oleh Bonnie Wright, entah kenapa saya bisa suka dengan karakter tersebut. Jadi bukan mengambil sembarang kata saya sering menggunakan kata Ginevra, bukan nama seseorang yang ada dikehidupan saya, entah itu pernah atau baru. Bukan mengambil nama seseorang dari dunia nyata, akan tetapi seseorang dari dunia fiksi. Maka tidak ada sangkut pautnya dari kehidupan saya, tetapi saya tetap meyakini kalau didunia ini ada seseorang yang seperti Ginevra. Mungkin orangnya sedang dekat dengan saya atau tidak, tapi saya yakin dia dekat dengan saya. Kalau melihat dari perawakan sih memang ada sedikit kemiripan. Yang membedakan mungkin hanya ras saja, karena Ginevra ras Eropa sedangkan dia ras Asia. Kalau menengok dari kacamata saya dia mungkin salah satu orang yang sangat mirip dengan Ginevra, terputus dari pendapat orang lain. Ginevra bukan siapa siapa saya, dan memang bukan. Jadi ada seseorang yang mempunyai kemiripan dengan Ginevra menurut saya, dan dia dekat dengan saya. Jadi bisa disimpulkan menurut saya Ginevra bukan hanya fiksi tapi ada didunia nyata, walaupun lewat perantara orang lain. Bukan bermaksud membandingkan antara Ginevra dengan dia, tapi menurut saya mereka memang bisa disandingkan menjadi satu kesatuan. Jadi Ginevra itu dia dan dia adalah Ginevra.

Senin, 18 Agustus 2014

Yogyakarta.

"Terhanyut aku akan nostalgi, saat kita sering luangkan waktu. Nikmati bersama suasana Jogja"

Sebuah lagu klasik dari KLa Project. Lagu yang begitu sejuk membuatku ingin kembali kesana untuk waktu yang lama. Mungkin bukan sekedar kembali, tetapi ingin menetap dikota yang indah dan tenteram itu. Keramahan warganya, dan halus sopan santunnya merupakan sebagian alasan yang membuatku ingin tinggal dikota Bakpia itu.
Izinkanlah aku untuk selalu pulang lagi mungkin kata kata yang pas untuk melukiskan perasaan diriku saat ini. Perasaan penat yang dihasilkan karena keruwehan Ibu Kota. Ingin sekali diriku mengasingkan diri ke Kota ini, mengasingkan diri dalam artian melepas kepenatan yang terjadi dan belajar mandiri yang selama ini belum aku dapatkan di Ibu Kota. Melepaskan diri dari ketergantungan dari orang tua, walaupun sulit. Ya selama ini diriku memang sangat bergantung kepada orang tua, sehingga diriku kurang mengenal lingkungan luar. Dikota inilah diriku merasakan hal yang selama ini belum pernah aku rasakan sebelumnya. Perasaan yang begitu enak yang begitu bahagia ketika diriku menginjakkan kaki dikota Yogyakarta. Seakan akan kota ini yang memanggilku untuk kesana, sudut sudut kota seakan akan menyapa seolah sahabat yang sudah lama tidak bertemu. Ramai pedagang kaki lima menjajakan sajian khas yang berselera. Memang banyak halangan untuk menggapai impianku bersekolah disana, salah satunya keluargaku, mereka takut diriku menjadi pribadi yang bertentangan. Mereka juga takut akan keadaanku disana. Tetapi sekarang bukan saatnya untuk mengkhawatirkan sesuatu yang belum tentu terjadi. Yang diriku butuhkan hanya dukungan support dari orang orang terdekat. Sudah saatnya nanti kalian akan melepasku, sudah waktunya nanti diriku hidup sendiri dengan mandiri. Karena suksesku dimasa depan ditentukan hari ini. Dan mulai hari ini diriku sudah mulai berubah kearah yang lebih baik demi menuju sempurna. Maka tolonglah, diriku sangat butuh dukungan kalian orang orang terdekatku. Jika kalian terus menuntunku untuk tidak bersekolah disana, berat hatiku menerimanya. Sekarang bukan saatnya lagi diriku dituntun, bukan lagi anak kecil. Sekarang diriku sudah besar, diriku butuh masukan, support dukungan, jika terus menerus dituntun maka kapan diriku merasakan kedewasaan. Pergaulan pun diriku sudah mengerti mana yang baik dan buruk. Dan diriku sudah bisa membaca mana yang layak dijadikan teman  dan mana yang bukan. Percayalah. Percayalah. Diriku kesa hanya ingin mengejar impianku. Jika kalian masih menghalangiku dengan berat hati mungkin sangat berat hatiku untuk ikuti kemauan kalian. Tapi sampai kapan? Karena setelah lulus kuliah nanti diriku sudah tidak ingin tinggal di ibu kota ini. Ini bukan soal kota besar. Ini soal kecintaanku terhadap kota Yogya. Bila waktunya sudah pas diriku akan meninggalkan kalian semua untuk sementara. Tetapi rasa sayang dan cintaku kepada kalia  tidak akan pernah luntur walaupun diriku jauh disana.
Aku mengejar impian. Bukan untuk mengejar hal hal yang bertentangan.

Aku ingin menjadi arsitek. Impian ku dimulai dari sekarang.

-Defas1

Penantian Panjang 2 Negeri

Seorang yang berkelana mencari tempat berteduh yang rindang dan kaya akan pepohonan. Berkelana sangat jauh dari negerinya demi mencari seorang wanita yang dicarinya, meski dia harus menempuh jarak ratusan bahkan ribuan kilometer dia akan tempuh. Aldam nama seorang pria tersebut berasal dari Negara Selatan. Negeri yang sangat jauh dari dunia luar, sangat tenteram dan sunyi sekali. Aldam ingin sekali menemui wanita yang sangat dicintainya yang bernama Ginevra. Seorang wanita cantik, berambut agak kecoklatan, dan berwajah manis. Wanita yang berasal dari Negeri Barat. Negeri yang juga tenteram, namun cukup ramai tidak sunyi. Juga banyak kendaraan berlalu lalang didepan kediamannya. Aldam ingin sekali bertemu dengan Ginevra. Diceritakan dia harus menempuh perjalanan hingga 1 bulan. Dia pergi dari kediamannya sehari setelah pemilihan Perdana Menteri di Negeri Timur yang berlangsung cukup alot. Tanpa pamit dia menunggangi kuda hitam putihnya dengan pakaian merah kesayangannya, menuju ke kediaman sang wanita pujaan.  Selama 1 bulan perjalanan dia terus merasakan hal hal yang membuat dia  tidak bisa fokus dalam berkendara. Dari awal dia berangkat sampai diperjalanan dia terus memikirkan bagaimana keadaan wanita pujaannya tersebut. Memikirkan, khawatir, bahkan sampai harus tersesat karena tidak fokus. Aldam tidak pernah menyalahkan keadaan, waktu, dan situasi. Demi bertemu dan meminang wanita pujaannya tersebut dia rela kalau harus tersesat jika memang itu harus terjadi. Sedangkan dia tidak mengetahui apa yang dilakukan seorang wanita cantik yang dia sayangi. Tetapi dia tidak pernah peduli. Karena yang dia tau adalah dia sayang Ginevra.
Sudah hampir 25 hari perjalanan dia merasakan hatinya semakin berat menahan rasa ingin berjumpa. Melewati padang savannah yang panjang dan memutar, menyeberangi sungai, sampai melewati rawa rawa. Dengan ditemani kuda kesayangannya  dia berusaha melewati rintangan tersebut. Tidak ada rasa menyesal. Dia hanya merasakan jantungnya berdegup kencang karena pertemuan dirinya dengan Ginevra akan segera terlaksana.
Tinggal sehari perjalanan lagi dia akan sampai di Negeri Barat. Hatinya sangat senang ketika dia melihat keramahan warga negeri tersebut. Sambil bertanya tanya kepada warga, Aldam melepaskan penadnya dengan duduk disebuah warung kecil. Dia menceritakan tujuannya kesini kepada bapak si penjual. Bapak bapak itupun terkejut akan tekad kuat dan keberanian anak muda ini. Kemudian bapak itu bilang kalau Ginevra masih dalam keadaan sedih. Hubungannya baru kandas beberapa bulan lalu. Dan dia sedih sekali. Aldam seorang yang pemikir, maka otomatis dia berpikir bagaimana cara membuat sang Putri pujaannya bisa menghapus kesedihannya.
Singkat cerita dia sudah sampai didepan kediaman sang Putri Ginevra dengan menyanyikan lagu Is Anybody Out There dari K'naan. Dia akhirnya bertemu dengan sang pujaan hati, dengan senang hati dia mendekati Ginevra. Tetapi dia menahan diri untuk memeluknya. Tampak aneh Aldam melihat Ginevra dengan mata membengkak seperti habis nangis selama bertahun tahun. Dia kemudian mengajak Ginevra duduk disebuah kursi ditaman dekat kediaman Ginevra dan kemudian menanyakan apa masalahnya. Dan benar apa yang dikatakan bapak tua itu kalau dia sedang sedih sekali.
Aldam berdiam sejenak untuk beberapa waktu. Dan kemudian dia berkata bahwa dia akan menemaninya setiap waktu untuk menghilangkan rasa sedih sang Gadis pujaan. Dia rela tidak kembali pulang demi sang Gadis pujaan.  Dan melakukan apapun demi sang Gadis pujaan senang dan gembira. Ginevra menganggap Aldam sebagai seorang Kakak, Sahabat, dan Seorang Teman yang baik dan Aldam yang lebih menganggap Ginevra sebagai orang yang disayanginya. Setiap hari dia terus menemani Ginevra, sampai akhirnya dia lupa akan kampung halamannya. Dia akhirnya tinggal didekat rumah Ginevra. Sambil menunggu respon apa yang akan diberikan Ginevra kepadanya. Die terus menunggu dan menemani Ginevra setiap saat dan waktu. Dan lagi lagi Aldam tidak ingin terburu buru dan ingin menikmati waktu, untuk menjaga, dan menemani Ginevra. Walaupun dia harus menunggu lama dia tidak pernah ada rasa ingin menjauhi Ginevra. Yang ada hanya ingin selalu menyayanginya.........

Minggu, 17 Agustus 2014

Ginevra

Ginevra, mungkin orang bertanya tanya apa arti Ginevra itu. Seorang wanita cantik, lurus, dan coklat rambutnya, imut sekali dia. Bisa dibilang paling cantik diantara saudara saudaranya, karena dia memang perempuan sendiri dikeluarganya. Ginevra itu pemberani, tidak takut apapun. Keberanian dia tertutup oleh sifat ayunya. Ayu sekali dia, bila lelaki melihat maka seakan akan matanya silau karena pancaran cantiknya. Dia memang tidak nyata, dia memang hanya fiksi.

Tetapi menurut saya dia ada didunia nyata. Perawakannya pun sama, cantik, lurus, adan agak sedikit kecoklatan rambutnya ( coklat kehitaman ). Dia juga seorang pemberani, kuat, dan tidak takut apapun. Kurasakan hal yang sama ketika saya dekat dengannya, seakan akan dia itu adalah Ginevra. Deg degan, dan tidak berani menatap matanya walaupun sedetik. Karena jikalau sampai menatap matanya, maka saya akan mengalami blank. Dia baik, sahabatku, adik ku, dan juga orang yang ku sayang. Tiada hari tanpa memikirkan dia, walaupun entah dia memikirkan ku atau tidak pun saya pun tidak tahu, jika dia memikirkan bersyukur dan jika tidak saya pun tidak peduli. Yang terpenting dia bisa aman ketika bersama saya. Dan kini setelah kuberpikir lagi, diriku baru sadar kalau dia itu bukan fiksi.

Dialah Ginevra ku, sahabat, adik, dan orang yang paling kusayangi. Hahh, indahnya dirimu, diriku rela jika harus tidur malam demi menjaga dirimu, rela menemanimu walaupun dalam keadaan sibuk, dan bahkan setia untuk membantumu menyelesaikan masalahmu. Mungkin kau belum tau alasannya. Tetapi disini akan kuberi tau dirimu. Aku selalu bilang kalau aku tidak bisa tidur terlalu dini. Walaupun dirimu memaksaku untuk tidak melakukannya. Tetapi aku selalu menolak, bukannya aku tidak ingin menuruti dirimu. Tetapi diriku ingin memastikan kalau engkau benar benar sudah menikmati tidur malammu. Bukan semata mata tugas atau tidak bisa tidur. Tetapi aku ingin memastikan bahwa dirimu sudah dalam keadaan nyenyak dan sudah memasuki mimpi indahmu. Maafkan diriku kalau aku sering berbohong denganmu tentang ini. Kuharap kau mengerti alasanku. Karena kau adalah Ginevra ku yang sangat kucintai dan sayangi.

Selamat Malam Ginevra, mimpi indah selalu menemani tidur indahmu.!

-Defas1