Senin, 18 Agustus 2014

Penantian Panjang 2 Negeri

Seorang yang berkelana mencari tempat berteduh yang rindang dan kaya akan pepohonan. Berkelana sangat jauh dari negerinya demi mencari seorang wanita yang dicarinya, meski dia harus menempuh jarak ratusan bahkan ribuan kilometer dia akan tempuh. Aldam nama seorang pria tersebut berasal dari Negara Selatan. Negeri yang sangat jauh dari dunia luar, sangat tenteram dan sunyi sekali. Aldam ingin sekali menemui wanita yang sangat dicintainya yang bernama Ginevra. Seorang wanita cantik, berambut agak kecoklatan, dan berwajah manis. Wanita yang berasal dari Negeri Barat. Negeri yang juga tenteram, namun cukup ramai tidak sunyi. Juga banyak kendaraan berlalu lalang didepan kediamannya. Aldam ingin sekali bertemu dengan Ginevra. Diceritakan dia harus menempuh perjalanan hingga 1 bulan. Dia pergi dari kediamannya sehari setelah pemilihan Perdana Menteri di Negeri Timur yang berlangsung cukup alot. Tanpa pamit dia menunggangi kuda hitam putihnya dengan pakaian merah kesayangannya, menuju ke kediaman sang wanita pujaan.  Selama 1 bulan perjalanan dia terus merasakan hal hal yang membuat dia  tidak bisa fokus dalam berkendara. Dari awal dia berangkat sampai diperjalanan dia terus memikirkan bagaimana keadaan wanita pujaannya tersebut. Memikirkan, khawatir, bahkan sampai harus tersesat karena tidak fokus. Aldam tidak pernah menyalahkan keadaan, waktu, dan situasi. Demi bertemu dan meminang wanita pujaannya tersebut dia rela kalau harus tersesat jika memang itu harus terjadi. Sedangkan dia tidak mengetahui apa yang dilakukan seorang wanita cantik yang dia sayangi. Tetapi dia tidak pernah peduli. Karena yang dia tau adalah dia sayang Ginevra.
Sudah hampir 25 hari perjalanan dia merasakan hatinya semakin berat menahan rasa ingin berjumpa. Melewati padang savannah yang panjang dan memutar, menyeberangi sungai, sampai melewati rawa rawa. Dengan ditemani kuda kesayangannya  dia berusaha melewati rintangan tersebut. Tidak ada rasa menyesal. Dia hanya merasakan jantungnya berdegup kencang karena pertemuan dirinya dengan Ginevra akan segera terlaksana.
Tinggal sehari perjalanan lagi dia akan sampai di Negeri Barat. Hatinya sangat senang ketika dia melihat keramahan warga negeri tersebut. Sambil bertanya tanya kepada warga, Aldam melepaskan penadnya dengan duduk disebuah warung kecil. Dia menceritakan tujuannya kesini kepada bapak si penjual. Bapak bapak itupun terkejut akan tekad kuat dan keberanian anak muda ini. Kemudian bapak itu bilang kalau Ginevra masih dalam keadaan sedih. Hubungannya baru kandas beberapa bulan lalu. Dan dia sedih sekali. Aldam seorang yang pemikir, maka otomatis dia berpikir bagaimana cara membuat sang Putri pujaannya bisa menghapus kesedihannya.
Singkat cerita dia sudah sampai didepan kediaman sang Putri Ginevra dengan menyanyikan lagu Is Anybody Out There dari K'naan. Dia akhirnya bertemu dengan sang pujaan hati, dengan senang hati dia mendekati Ginevra. Tetapi dia menahan diri untuk memeluknya. Tampak aneh Aldam melihat Ginevra dengan mata membengkak seperti habis nangis selama bertahun tahun. Dia kemudian mengajak Ginevra duduk disebuah kursi ditaman dekat kediaman Ginevra dan kemudian menanyakan apa masalahnya. Dan benar apa yang dikatakan bapak tua itu kalau dia sedang sedih sekali.
Aldam berdiam sejenak untuk beberapa waktu. Dan kemudian dia berkata bahwa dia akan menemaninya setiap waktu untuk menghilangkan rasa sedih sang Gadis pujaan. Dia rela tidak kembali pulang demi sang Gadis pujaan.  Dan melakukan apapun demi sang Gadis pujaan senang dan gembira. Ginevra menganggap Aldam sebagai seorang Kakak, Sahabat, dan Seorang Teman yang baik dan Aldam yang lebih menganggap Ginevra sebagai orang yang disayanginya. Setiap hari dia terus menemani Ginevra, sampai akhirnya dia lupa akan kampung halamannya. Dia akhirnya tinggal didekat rumah Ginevra. Sambil menunggu respon apa yang akan diberikan Ginevra kepadanya. Die terus menunggu dan menemani Ginevra setiap saat dan waktu. Dan lagi lagi Aldam tidak ingin terburu buru dan ingin menikmati waktu, untuk menjaga, dan menemani Ginevra. Walaupun dia harus menunggu lama dia tidak pernah ada rasa ingin menjauhi Ginevra. Yang ada hanya ingin selalu menyayanginya.........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar